UTS Sistem Informasi
Comprehensive Study Notes
Pengenalan & Konsep Dasar Sistem Informasi
Memahami apa itu SI, komponen-komponennya, tujuan, dan posisinya dalam organisasi.
Definisi Sistem Informasi
Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari berbagai komponen pendukung baik teknologi, organisasi, maupun proses bisnis yang dibangun manusia untuk mengumpulkan, mengkreasikan, dan mendistribusikan informasi khususnya dalam suatu organisasi agar organisasi tersebut bertahan dan berkembang secara kompetitif.
Tidak semua SI menggunakan Teknologi Informasi. SI bisa berjalan dengan prosedur manual — TI hanya salah satu komponen pendukungnya, bukan syarat mutlak.
Empat Komponen SI
SI terdiri dari empat komponen utama yang saling berinteraksi:
Terminologi Kunci: Komponen SI
Tujuan Sistem Informasi
SI harus menyediakan informasi bagi organisasi dengan memenuhi tujuh kriteria kualitas informasi (COBIT-based):
Fungsi dan Peran Dasar SI
SI menjalankan tiga fungsi fundamental yang mendukung seluruh lapisan organisasi:
- Pelaksana (Operasional): Mengolah transaksi harian
- Manajemen Menengah: Pelaporan & analisis untuk keputusan
- Manajemen Puncak: Analisa bisnis kompetitif & strategis
- Mengingat yang lalu — menyimpan data histori sebagai rekaman
- Mengatasi keadaan saat ini — merekam transaksi & automasi
- Menyiapkan untuk masa depan — fasilitasi pengambilan keputusan & perencanaan
Sistem Informasi dan Sistem Kerja (Alter)
Sistem Kerja adalah sistem di mana orang dan/atau mesin membentuk proses bisnis menggunakan informasi, teknologi, dan sumber daya lainnya untuk menghasilkan produk/layanan. Sistem Informasi adalah subset dari sistem kerja, di mana proses bisnisnya berfokus pada menangkap, mengirim, menyimpan, mengambil, memanipulasi, dan menayangkan informasi.
Penyelarasan SI, TI, dan Bisnis
Hierarki Data → Informasi → Pengetahuan
Memahami perbedaan data, informasi, dan pengetahuan, serta bagaimana organisasi dan manajemen beroperasi.
Hierarki Data–Informasi–Pengetahuan–Kebijaksanaan
Definisi Lengkap
Data: 1.30 35 · 2.45 37 · 3.15 39
Informasi: Waktu dan suhu badan seseorang (dengan konteks/label)
Pengetahuan: Pasien ini mengalami kenaikan suhu progresif → kemungkinan demam
Wisdom: Berdasarkan pola ini + pengalaman klinis → berikan obat X dosis Y
Kandungan Informasi (Davis, 1999)
Informasi dapat bersifat: Benar/Salah, Baru (sepenuhnya baru bagi penerima), Tambahan (memperbaharui info yang ada), Korektif (mengoreksi info sebelumnya), atau Penegas (mempertegas info yang ada).
Atribut Kualitas Informasi
- Waktu — dapat diakses kapan diperlukan, menggambarkan periode yang relevan
- Lokasi — dapat diakses di mana pun berada
- Bentuk — dapat digunakan dan dimengerti (audio, video, citra, dll), bebas kesalahan
- Akurasi & presisi
- Kelengkapan (completeness)
- Ketepatan waktu (timeliness)
- Relevansi dengan konteks bisnis
- Konsistensi antar sumber
Siklus Informasi (Burch & Grudnitski, 1989)
Organisasi: Definisi dan Tipe
Organisasi adalah entitas yang memiliki tujuan bersama, terstruktur (tugas & tanggung jawab terbagi), berkomunikasi melalui struktur, dan diarahkan oleh manajemen [Mullins 1996].
Level Manajemen
Proses Manajemen (POLC)
Pencapaian Tujuan Organisasi secara EFISIEN dan EFEKTIF
Efektif = mengerjakan pekerjaan yang benar (doing the right things)
Efisien = mengerjakan pekerjaan dengan benar (doing things right) — minimal sumber daya, tidak boros
Peran Manajer (Mintzberg)
- Monitor
- Disseminator
- Spokesperson
- Figurehead
- Leader
- Liaison
- Entrepreneur
- Disturbance handler
- Resource allocator
- Negotiator
Value Chain, Generic Strategies & Five Forces
Bagaimana SI digunakan sebagai senjata kompetitif untuk bertahan dan berkembang.
Value Chain Model (Porter, 1985)
Model Rantai Nilai menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggannya melalui serangkaian aktivitas yang saling berkaitan.
Margin = Value − Cost
Tiga Strategi Generik (Porter)
| Strategi | Deskripsi | Cara | Contoh |
|---|---|---|---|
| Cost Leadership | Menawarkan produk serupa dengan harga lebih rendah dari pesaing | Economies of scale, teknologi ekslusif, akses bahan baku, kurangi level layanan | AirAsia, Walmart, Costco |
| Differentiation | Menawarkan fitur unik/pembeda sehingga konsumen mau bayar lebih mahal | Fitur khusus, kualitas unggul, desain inovatif, layanan luar biasa | Apple iPhone, FedEx, McD |
| Focused Niche | Menarget segmen kecil dengan preferensi khusus | Cost focus (hemat di segmen) atau Differentiation focus (unik di segmen) | Butik vintage plus-size, konsultan energi terbarukan startup |
Five Forces Model (Porter)
Perusahaan harus memahami 5 kekuatan yang mempengaruhi industrinya untuk bertahan dan berkembang:
Business Process Modeling Notation
Memahami proses bisnis, cara memodelkannya, dan semua simbol BPMN yang penting untuk ujian.
Definisi Proses Bisnis
Proses bisnis adalah kumpulan task atau aktivitas yang dilakukan secara sekuensial maupun paralel oleh orang maupun sistem, baik di dalam maupun di luar organisasi, untuk mencapai satu tujuan/goal bisnis tertentu [Butler Group]. Task terdefinisikan sebelumnya dan proses dapat dilakukan berulang.
Efektif (capai tujuan), Efisien (minimal sumber daya), dan Adaptif (bisa beradaptasi dengan perubahan kebutuhan bisnis & pasar).
Elemen Kunci Proses Bisnis
Standar Pemodelan: Perbandingan
| Standar | Kelebihan Utama | Kekurangan Utama | Best For |
|---|---|---|---|
| BPMN | Standar ISO, mudah dipahami bisnis & IT, mendukung automasi | Bisa rumit untuk proses besar, perlu pelatihan | Workflow bisnis, automasi |
| IDEF0 | Hierarkis, ICOM model (Input, Control, Output, Mechanism) | Tidak intuitif, tidak ada timeline/flow | Engineering & manufaktur besar |
| Flowchart | Paling simple, mudah dibuat, fleksibel | Tidak standar, lemah representasi tanggung jawab | High-level overview |
| ASME | Standar manufaktur, fokus efisiensi & waste reduction | Tidak untuk IT/automasi, tidak ada peran organisasi | Industrial/manufacturing |
BPMN — Business Process Modeling Notation
Dikembangkan oleh BPMI, dikelola oleh OMG sejak 2005. Current version: 2.0. BPMN menghubungkan desain proses bisnis dan implementasinya, mendukung baik pengguna teknis maupun bisnis.
Core Elements BPMN
Terminologi BPMN Lengkap
Naming Conventions BPMN
- Untuk task: gunakan verb + business object (contoh: "Issue Driver Licence", "Process Payment")
- Untuk message events: object + past participle (contoh: "Invoice Received", "Claim Settled")
- Untuk XOR split: beri label kondisi (contoh: "Stock Available?", "Policy Valid?")
- Hindari generic verbs seperti "Handle", "Record", "Manage"
Contoh BPMN: Order-to-Cash Process
Purchase order masuk → cek stok → jika tersedia: konfirmasi, kirim invoice & kirim barang (paralel) → arsip pesanan. Jika tidak tersedia: tolak pesanan → arsip pesanan.
Common BPMN Mistakes
- Missing start/end events — setiap proses HARUS punya start dan end event
- Incorrect use of gateways — XOR ≠ AND, pastikan pilih yang tepat
- Confusing message flow dengan sequence flow — message flow hanya antar Pool berbeda
- Overcomplicated diagrams — modularisasi dengan sub-process jika perlu
- Inconsistent naming conventions — ikuti standar verb+noun
SDLC: Metodologi Pengembangan Sistem Informasi
Memahami tahapan, model-model, dan elemen SDLC dalam konteks pengembangan SI.
Definisi SDLC
System Development Life Cycle (SDLC) adalah metodologi terstruktur yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi, mencakup seluruh komponennya: Infrastructure, Applications & Software, Business Processes, Data & Information Management, Organizational Structure, dan Brainware.
Alasan Proyek Sistem Baru
- Permintaan sistem dari user/organisasi
- Peningkatan layanan (improved service)
- Dukungan produk dan layanan baru
- Peningkatan performa (better performance)
- Kebutuhan informasi lebih banyak/akurat
Tahapan SDLC
Feasibility Study
Studi kelayakan adalah investigasi untuk mengevaluasi potensi keberhasilan proyek sebelum mulai dibangun. Hanya proyek yang memberikan ROI yang reasonable akan didukung.
Elemen SDLC
Aspek yang mempengaruhi bagaimana sistem dikembangkan: skill tim, lokasi tim, regulatory requirements, apakah persyaratan likely to change, kompleksitas sistem.
Tahapan yang diikuti: Linear (sequential, step-by-step) atau Evolutionary (berkembang melalui prototyping progressif).
Tipe-tipe Model SDLC
| Model | Tipe | Best For | Pros Kunci | Cons Kunci |
|---|---|---|---|---|
| Waterfall | Linear | Requirements & solusi jelas, stabil | Terstruktur, mudah manage milestone | Kaku, software baru tersedia di akhir |
| V-Model | Linear | Safety-critical, quality-intensive systems | Testing terencana sejak awal, kualitas tinggi | Mahal, lambat, perubahan cost-intensive |
| Incremental | Linear+ | Early partial releases dibutuhkan | Software kerja lebih cepat, risiko bisa dimanage | Hard to manage parallel deliveries |
| Iterative | Evolutionary | Requirements evolving, uncertain | Kolaborasi user tinggi, change lebih mudah | Scope creep risk, cost bisa lebih tinggi |
| Spiral | Evolutionary | High-risk projects | Risk reduction, working system early | Scope creep, dokumentasi bisa terlupakan |
| Agile | Evolutionary | Fast-changing needs, startup | Fleksibel, delivery cepat, user involvement | Hard to control scope & cost |
Roles dalam SDLC
- Project Sponsor / SRO
- Business Analyst
- Domain Expert
- End Users
- Project Manager
- Team Leader
- Work Package Manager
- Technical Architect
- Solution Developer
- Solution Tester
- Release Manager
- DBA, SysAdmin
Rekayasa Kebutuhan
Framework untuk menemukan, menganalisis, mendokumentasikan, dan memvalidasi kebutuhan sistem.
Mengapa Requirement Engineering Penting?
Sekitar 60–70% kegagalan proyek IT disebabkan karena lemahnya penentuan kebutuhan, analisis, dan manajemen (Meta Group, 2003). Ketidaktepatan kebutuhan punya efek domino: kekeliruan user → kekeliruan sistem → kekeliruan desain → kekeliruan fungsi → kegagalan.
Error yang ditemukan saat requirements = 1x cost. Error yang ditemukan saat design = 10x. Saat implementation = 100x. Saat operation = 1000x. Fix requirements early!
Framework Requirement Engineering
Peran dalam Requirements Engineering
Requirements Elicitation
Elicitation adalah proses menemukan, mengungkap, dan memahami apa yang stakeholders butuhkan dari sistem. Bukan hanya bertanya "apa yang Anda inginkan?" — tapi mendengarkan, menginterpretasi, dan memvalidasi untuk menemukan "the why" behind each request.
Langkah Proses Elicitation
- Identify Stakeholders — siapa yang menggunakan, siapa yang diuntungkan, siapa yang mengelola?
- Select Elicitation Techniques — pilih teknik yang sesuai konteks
- Prepare for Elicitation — pahami domain, siapkan pertanyaan, set objectives
- Conduct Elicitation — gunakan teknik yang dipilih, tangkap cues verbal & non-verbal
- Document Requirements — tulis requirements yang jelas dan terstruktur
- Confirm & Refine — kembali ke stakeholders untuk validasi interpretasi
Teknik Elicitation
| Teknik | Cara | Terbaik Untuk | Pros | Cons |
|---|---|---|---|---|
| Interviews | One-on-one dengan stakeholder | In-depth individual perspective | Personal, bisa probe dalam | Time-consuming, miss group dynamics |
| Workshops | Sesi kolaboratif multi-stakeholder | Resolving conflicts, building consensus | Fast, good for prioritization | Perlu fasilitasi cermat, tidak semua suara terdengar |
| Focus Groups | Diskusi kelompok dengan moderator | User attitudes, opinions, expectations | Variety of views, ide baru muncul | Groupthink, dominant personalities |
| Observation | Watch users dalam natural environment | Actual workflows, pain points | Reveals tacit knowledge | Intrusive, users may act differently |
| Shadowing | Analyst mengikuti user sepanjang hari | Deep insight complex/expert workflows | High-detail understanding | Resource-intensive, uncomfortable |
| Scenarios | Narasi deskriptif bagaimana user berinteraksi | "What-if" cases, validate requirements | Helps imagine future system use | Hypothetical, may not reflect actual behavior |
| Prototyping | Mock-up atau model kerja system | Feedback on design & usability | Visual & interactive | Can set false expectations |
Tipe Requirements
Apa yang sistem harus lakukan — perilakunya, fungsinya.
Contoh: "Sistem harus mengidentifikasi ketika invoice terlambat bayar dan notifikasi financial controller."
Bagaimana sistem harus beroperasi — kualitasnya:
- Usability, Reliability, Performance
- Supportability, Operations, Interface
- Legal, packaging, hardware
Klasifikasi PIECES
Requirements Analysis
Analisis kebutuhan adalah proses mengkaji, merafining, menyusun, dan memprioritaskan requirements agar jelas, lengkap, dan actionable untuk desain sistem.
Prioritisasi: MoSCoW Method
Karakteristik Requirements yang Baik
Categorised Relevant Prioritised Achievable Understandable & Unambiguous Testable Requirement (bukan Solution) Consistent Owned Unique & Atomic Traceable Concise Complete Correct Conformant
- "System should be easy to use"
- "System must be totally secure" + "must be readily accessible to anyone" — kontradiksi!
- "Field sales force shall be provided with laptop computers" — ini solution, bukan requirement
- "80% of first-time users shall complete a task within 5 minutes without external help"
- "Response time shall not exceed 2 seconds after hitting ENTER key"
- "Field sales force needs a means to check product information and record orders when on the move" — opens up solutions
Requirements Validation
Validasi memastikan bahwa requirements yang terdokumentasi benar, lengkap, konsisten, dan disetujui stakeholders. Ini adalah pengecekan apakah kita membangun produk yang tepat — sebelum benar-benar dibangun.
Verification: Apakah requirements memenuhi standar yang ditetapkan? (Are we building it right?)
Validation: Apakah requirements ini benar-benar apa yang dibutuhkan? (Are we building the right thing?)
Tujuan Validasi
- Konfirmasi sistem akan memenuhi kebutuhan nyata stakeholders
- Mendapatkan formal approval dari users, managers, dan sponsors
- Menemukan dan memperbaiki kesalahan sebelum development dimulai (cost jauh lebih murah!)
- Memastikan setiap requirement dipahami, testable, dan diterima semua pihak
Output dari Validasi
- Signed-off Requirement Specification (SRS atau BRD)
- Requirements Traceability Matrix (RTM) — melacak dari source sampai implementasi
- Record of feedback and revisions
- List of approved and rejected requirements
Validation is your last chance to prevent misunderstandings before development starts. Don't assume silence = agreement — get confirmation in writing.
Requirements Management
High-Yield Summary untuk UTS
Yang paling penting untuk diingat — rangkuman per topik dalam 1 halaman.
Quick Reference: Konsep SI
- SI = Technoware + Organoware + Brainware + Data — bukan hanya teknologi!
- 7 tujuan SI: Efektif, Efisien, Confidentiality, Integrity, Availability, Compliance, Reliability
- SI mendukung 3 layer: Operasional (transaksi), Manajemen (laporan), Puncak (strategi)
- SI harus selaras: Strategi Bisnis → Strategi SI → Strategi TI (Ward & Peppard)
Quick Reference: Data & Organisasi
- Hierarki: Data → Informasi → Knowledge → Wisdom (volume ↓, value ↑)
- Informasi = data + konteks + makna. Kualitas: waktu, lokasi, bentuk
- 3 level manajemen: Top (strategic), Middle (tactical), Low (operational)
- POLC: Planning, Organizing, Leading, Controlling
- Efektif = doing right things, Efisien = doing things right
Quick Reference: Strategi Organisasi
- Value Chain: Aktivitas Primer (inbound, ops, outbound, marketing, service) + Aktivitas Pendukung
- Margin = Value − Cost
- 3 Generic Strategies: Cost Leadership / Differentiation / Focused Niche
- 5 Forces: Rivalry / New Entrants / Substitutes / Supplier Power / Buyer Power
Quick Reference: BPMN
- Events: Start (tipis), Intermediate (ganda), End (tebal)
- Gateways: XOR (× — satu path), AND (+ — semua path), OR (○ — satu atau lebih)
- Pool = satu organisasi/participant. Lane = departemen/peran di dalam Pool
- Sequence Flow = dalam Pool, Message Flow = antar Pool berbeda
- Naming: Task = verb + noun, XOR split = kondisi sebagai pertanyaan
Quick Reference: SDLC
- Tahapan: Planning (Feasibility) → Analysis (RE) → Design → Development → Testing → Implementation → Maintenance
- Feasibility: Technical, Economic, Operational, Regulatory, Schedule
- Waterfall: stabil, linear. Spiral: risk-heavy. Agile: fast-changing. V-Model: quality-critical
- Linear = step-by-step, semua dikunci di awal. Evolutionary = berkembang iteratif
Quick Reference: Requirement Engineering
- Framework RE: Elicitation → Analysis → Validation
- 60–70% kegagalan IT = lemahnya requirements. Fix early = fix cheap!
- Teknik elicitation: Interview, Workshop, Focus Group, Observation, Shadowing, Scenarios, Prototyping
- Types: Functional (apa yang dilakukan) vs Non-Functional (bagaimana beroperasi)
- PIECES: Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service
- MoSCoW: Must Have, Should Have, Could Have, Won't Have
- Good requirement: Unambiguous, Testable, NOT a solution, Consistent, Owned, Unique, Traceable
- Verification = build it right? Validation = build the right thing?