IF3211 Komputasi Domain-Spesifik - Catatan UAS (Benar/Salah)
Format Cepat-Baca
Setiap fakta adalah pernyataan BENAR dari slide. Jika soal ujian bertentangan dengan fakta ini → SALAH.
Bab 7 - Respirasi Seluler & Fermentasi
Persamaan Inti
- Keseluruhan: C₆H₁₂O₆ + 6O₂ → 6CO₂ + 6H₂O + Energi (ATP + panas)
- Respirasi aerob memerlukan oksigen; fermentasi TIDAK menggunakan oksigen
3 Tahap (secara berurutan)
| Tahap | Lokasi | Produk Utama |
|---|---|---|
| Glikolisis | Sitosol | 2 ATP (neto) + 2 NADH + 2 piruvat |
| Oksidasi Piruvat | Matriks mitokondria | 2 NADH + 2 CO₂ + 2 Asetil-CoA |
| Siklus Asam Sitrat (Krebs) | Matriks mitokondria | 2 ATP + 6 NADH + 2 FADH₂ + 4 CO₂ |
| Fosforilasi oksidatif (RTE + kemiosmosis) | Membran dalam mitokondria | ~26–28 ATP + H₂O |
| Total | ~30 atau 32 ATP + 6 CO₂ |
Fakta Kunci - Respirasi
- Glikolisis = 2 ATP neto (fosforilasi tingkat substrat); berlangsung di sitosol
- Sintesis DNA TIDAK terjadi dalam glikolisis; glukosa → 2 piruvat
- Oksidasi = pelepasan elektron; Reduksi = penerimaan elektron (OIL RIG)
- Akseptor elektron terakhir dalam respirasi aerob = O₂
- Hasil ATP yang pasti tidak dapat ditentukan karena fosforilasi tidak terikat langsung pada reaksi redoks
- Hasil ATP juga bervariasi tergantung apakah elektron dibawa oleh NAD⁺ atau FAD
- Efisiensi keseluruhan respirasi seluler ≈ 34% (sisanya hilang sebagai panas)
- Glikolisis kemungkinan berevolusi lebih awal; berlangsung di sitosol (sebelum mitokondria ada)
Fermentasi
- Fermentasi = glikolisis + reaksi yang meregenerasi NAD⁺ (agar glikolisis dapat berlanjut)
- NAD⁺ diregenerasi melalui transfer elektron dari NADH ke piruvat atau turunannya
- Fermentasi TIDAK menggunakan rantai transpor elektron (RTE)
- Respirasi anaerob MENGGUNAKAN RTE (tetapi dengan akseptor elektron akhir yang berbeda, mis. SO₄²⁻)
- Fermentasi alkohol: piruvat → asetaldehid (melepas CO₂) → etanol; meregenerasi NAD⁺; digunakan dalam pembuatan bir, anggur, roti (khamir/ragi)
- Fermentasi asam laktat: piruvat → laktat secara langsung; TIDAK melepas CO₂; digunakan untuk keju, yogurt
- Serat otot putih manusia dapat menghasilkan laktat bahkan dalam kondisi aerob (cepat tetapi tidak efisien)
- Fermentasi asam laktat oleh jamur/bakteri digunakan untuk membuat keju dan yogurt
Hands-On M7 - Komputasi Respirasi Seluler
Buka penjelasan komputasional
Neraca ATP - Metode Perhitungan Modern (P/O ratio):
- NADH → 2.5 ATP; FADH₂ → 1.5 ATP
- Dari 1 glukosa: 10 NADH × 2.5 = 25; 2 FADH₂ × 1.5 = 3; 4 ATP substrat level → total ≈ 32 ATP
- Hasilnya perkiraan, bukan tepat - fosforilasi tidak terikat satu-satu dengan reaksi redoks
β-Oksidasi Asam Lemak vs Glukosa:
- Asam lemak lebih padat energi per gram karena rantai C–H lebih tereduksi
- Setiap siklus β-oksidasi: 1 FADH₂ + 1 NADH + 1 asetil-CoA
- Untuk asam lemak karbon: siklus β-oksidasi + asetil-CoA masuk siklus Krebs
- ATP per karbon asam lemak lebih tinggi dari glukosa
Tipe-tipe Inhibitor Respirasi:
| Inhibitor | Target | Mekanisme |
|---|---|---|
| Sianida (CN⁻), CO | Kompleks IV | Blokir transfer elektron ke O₂ |
| Rotenon | Kompleks I | Blokir NADH → koenzim Q |
| Oligomisin | ATP sintase (F₀) | Blokir saluran proton rotor |
| DNP, CCCP | Membran mitokondria | Uncoupler - bocorkan H⁺, energi jadi panas |
Uncoupler berbeda dari inhibitor: RTE tetap berjalan dan O₂ tetap dikonsumsi, tetapi ATP tidak terbentuk karena gradien proton tidak dapat dipertahankan.
Fermentasi - Mengapa Penting Meski Tidak Efisien: Semua jenis fermentasi hanya menghasilkan 2 ATP neto (dari glikolisis saja). Namun fungsinya adalah meregenerasi NAD⁺ agar glikolisis dapat terus berlanjut saat O₂ tidak tersedia. Tanpa regenerasi NAD⁺, glikolisis berhenti total dan sel tidak dapat menghasilkan ATP sama sekali.
Kode - Neraca ATP per glukosa:
ATP_PER_NADH, ATP_PER_FADH2 = 2.5, 1.5 # modern P/O ratio
total_nadh = 2 + 2 + 6 # glikolisis + oks-piruvat + krebs (×2 putaran)
total_fadh2 = 2 # krebs saja
atp_substrate = 4 # glikolisis (2) + krebs substrate-level (2)
total_atp = atp_substrate + total_nadh * ATP_PER_NADH + total_fadh2 * ATP_PER_FADH2
# = 4 + 25.0 + 3.0 = 32.0 ATP per glukosa
Kode - β-Oksidasi Asam Lemak:
def hitung_atp_fatty_acid(chain_len, n_betaox, n_acetylCoA):
atp_bo = n_betaox * (ATP_PER_NADH + ATP_PER_FADH2) # per siklus
atp_krebs = n_acetylCoA * (1 + 3*ATP_PER_NADH + ATP_PER_FADH2) # 10 per asetil-CoA
return atp_bo + atp_krebs - 2 # −2 biaya aktivasi (ATP ekuivalen)
# Contoh C16: n_betaox=7, n_acetylCoA=8 → 106.0 ATP total (6.625 ATP/karbon vs 5.33 glukosa)
Kode - Simulasi Inhibitor:
inhibitors = {
'Oligomisin': {'target': 'ATP Synthase', 'blocks': 'FosOks'},
'Rotenon': {'target': 'Kompleks I (NADH-DH)', 'blocks': 'FosOks'},
'DNP (uncoupler)': {'target': 'Membran gradien H⁺', 'blocks': 'FosOks'},
}
blocked_atp = atp_ox_total * (red_pct / 100)
atp_with_inhibitor = total_atp - blocked_atp

Bab 9 - Siklus Sel
Fase Siklus Sel
- Siklus sel = kehidupan sel sejak terbentuk hingga pembelahannya sendiri
- Dua fase utama: Interfase (~90%) dan Fase Mitotik (Fase M)
- Interfase = G₁ (“celah pertama”) → S (“sintesis”) → G₂ (“celah kedua”)
- Kromosom diduplikasi hanya pada fase S
- G₁ = sel tumbuh; G₂ = sel mempersiapkan pembelahan; S = replikasi DNA
Fase Mitosis (secara berurutan)
- Profase - kromosom memadat; gelendong mulai terbentuk
- Prometafase - selubung nukleus hancur; mikrotubulus kinetokor melekat
- Metafase - sentromer berbaris di lempeng metafase (titik tengah antara dua kutub)
- Anafase - kromatid saudara terpisah; bergerak ke kutub berlawanan
- Telofase - selubung nukleus terbentuk kembali; kromosom mengendur
Gelendong Mitotik
- Gelendong mitotik = mikrotubulus + protein terkait; mengendalikan pergerakan kromosom
- Pada sel hewan, mikrotubulus gelendong dirakit dari sentrosom (pusat pengorganisasian mikrotubulus)
- Sentrosom diduplikasi saat interfase; dua sentrosom bermigrasi ke kutub berlawanan saat profase/prometafase
- Aster = susunan radial mikrotubulus pendek yang memanjang dari setiap sentrosom
- Kinetokor = kompleks protein di sentromer; melekat pada mikrotubulus kinetokor saat prometafase
- Lempeng metafase = struktur imajiner di titik tengah antara dua kutub gelendong
- Pada anafase: kromatid saudara terpisah; mikrotubulus memendek dengan depolimerisasi di ujung kinetokor
- Mikrotubulus nonkinetokor dari kutub berlawanan saling tumpang tindih dan mendorong satu sama lain, memanjangkan sel
Sitokinesis
- Sel hewan: sitokinesis melalui pembelahan (cleavage) → membentuk lekukan pembelahan (cincin kontraktil mikrofilamen)
- Sel tumbuhan: lempeng sel terbentuk saat sitokinesis (BUKAN lekukan pembelahan)
- Sitokinesis dimulai saat anafase atau telofase
Prokariota vs Eukariota
- Prokariota bereproduksi melalui pembelahan biner (bukan mitosis)
- Pembelahan biner: kromosom bereplikasi dari titik asal replikasi; membran plasma mencubit ke dalam
- Mitosis kemungkinan berevolusi dari pembelahan biner
- Sel somatik manusia (sel tubuh, bukan reproduktif) = 46 kromosom (2 set masing-masing 23)
- Gamet manusia (sperma, sel telur) = 23 kromosom (setengah dari sel somatik)
- Kromosom eukariotik = kromatin (DNA + protein)
Kontrol Siklus Sel & Kanker
- Siklus sel dikendalikan oleh pos pemeriksaan (checkpoint): pos G₁, G₂, dan M
- Pos G₁ = paling penting; disebut titik restriksi pada sel mamalia
- Jika tidak ada sinyal lanjut di G₁ → sel keluar ke G₀ (keadaan tidak membelah)
- Jika ada sinyal lanjut di G₁ → sel biasanya menyelesaikan S, G₂, M, dan membelah
- Sel kanker TIDAK merespons sinyal yang biasanya mengatur siklus sel
- Sel kanker TIDAK memerlukan faktor pertumbuhan untuk tumbuh dan membelah
- Sel yang membelah tanpa batas dalam kultur telah mengalami transformasi
- Tumor jinak: tetap di tempat asal
- Tumor ganas: menyerang jaringan sekitar; mengalami metastasis (menyebar ke bagian tubuh lain)
- Tumor terlokalisasi: diobati dengan radiasi; tumor metastatik: diobati dengan kemoterapi
- Efek samping kemoterapi karena obat juga memengaruhi sel normal yang sering membelah
Hands-On M8 - Komputasi Siklus Sel
Buka penjelasan komputasional
Model Komputasional 1 - Proporsi Sel per Fase:
Dalam populasi sel yang tumbuh steady-state, proporsi sel yang teramati pada suatu fase sebanding dengan durasi fase tersebut:
Intuisi: seperti mengamati kendaraan di jalan - kendaraan lebih lambat akan lebih sering terlihat di titik observasi mana pun. Karena itu dalam preparat histologis, lebih banyak sel di G₁ (terlama) daripada di M (terpendek).
Model Komputasional 2 - Pertumbuhan Populasi Diskrit:
= growth factor (jumlah sel anak per sel induk). Ketika siklus memanjang (mis. karena checkpoint delay), interval antar pembelahan bertambah → laju pertumbuhan efektif menurun.
Analisis Checkpoint:
| Checkpoint | Lokasi | Yang Diperiksa | Akibat jika Gagal |
|---|---|---|---|
| G₁ (Titik Restriksi) | Akhir G₁ | Ukuran sel, faktor pertumbuhan, kerusakan DNA | Sel masuk S dengan sinyal tidak cukup → replikasi DNA tidak terkendali |
| G₂ | Akhir G₂ | Kelengkapan replikasi DNA, kerusakan DNA | Sel masuk mitosis dengan DNA rusak/tidak lengkap → instabilitas kromosom |
| M (Spindle Assembly) | Metafase | Semua kromosom terikat gelendong | Anafase prematur → aneuploidi (jumlah kromosom salah) |
Implikasi Kanker: Sel kanker tidak merespons checkpoint → proliferasi tanpa batas. Kemoterapi menyerang sel yang membelah cepat (termasuk sel normal yang sering membelah = efek samping).
Kode - Proporsi Fase & Pertumbuhan Populasi:
def proporsi_fase(durations):
total = sum(durations.values())
return {fase: dur / total for fase, dur in durations.items()}
# Misal {G1:11, S:8, G2:4, M:2} → G1=44%, S=32%, G2=16%, M=8%
def simulasi_populasi(initial_cells, cycle_hours, growth_factor, observation_hours):
waktu, sel = [0], [initial_cells]
t, n = 0, initial_cells
while t + cycle_hours <= observation_hours:
t += cycle_hours
n *= growth_factor
waktu.append(t)
sel.append(n)
return waktu, sel
# g=1.9 per siklus, cycle=25h, obs=72h → 2 siklus selesai
def checkpoint_delay(durations, checkpoint_type):
perturbed = durations.copy()
delays = {'g1_delay': ('G1', 2), 's_delay': ('S', 2),
'g2_delay': ('G2', 2), 'm_delay': ('M', 1)}
if checkpoint_type in delays:
fase, dt = delays[checkpoint_type]
perturbed[fase] += dt
return perturbed
# Delay memperpanjang siklus → laju pertumbuhan populasi menurun
Bab 19 - Evolusi: Penurunan dengan Modifikasi
Darwin & Sejarah
- Darwin menerbitkan On the Origin of Species pada 1859
- Pelayaran Darwin: HMS Beagle, Desember 1831 – Oktober 1836
- Alfred Russel Wallace secara independen mengembangkan teori serupa; dipresentasikan bersama Juli 1858
- Variasi paruh burung finch di Kepulauan Galápagos = bukti yang diamati Darwin
- Evolusi = “penurunan dengan modifikasi” (descent with modification)
- “Penurunan” = leluhur bersama; “Modifikasi” = akumulasi perbedaan antarGenerasi
- Georges Cuvier mengembangkan paleontologi; fosil ditemukan di lapisan batuan sedimen (lebih muda = atas)
- Lamarck mengusulkan penggunaan/tidak-penggunaan + pewarisan sifat yang diperoleh - TIDAK didukung
Seleksi Alam
- Seleksi alam: individu dengan sifat herediter yang menguntungkan bertahan hidup dan bereproduksi lebih banyak
- Populasi (BUKAN individu) yang berevolusi
- Seleksi alam hanya bekerja pada sifat herediter yang berbeda antar individu
- Seleksi alam TIDAK menciptakan sifat baru - memilih dari variasi herediter yang sudah ada
- Sifat yang adaptif bervariasi menurut tempat dan waktu
- Evolusi terjadi lebih cepat pada spesies dengan waktu generasi singkat
- Seleksi buatan: pemuliaan selektif untuk sifat yang diinginkan (mis. sawi liar → brokoli, kol, kale)
4 Jenis Bukti Evolusi
- Pengamatan langsung (mis. resistensi antibiotik MRSA)
- Homologi (kemiripan dari leluhur bersama)
- Catatan fosil
- Biogeografi
Kasus Kunci
- MRSA: S. aureus menjadi resisten terhadap penisilin dalam 2 tahun penggunaan luas (pada 1945); lalu resistensi metisillin juga berevolusi dalam 2 tahun
- Transisi fosil (evolusi paus): Pakicetus → Rodhocetus → Dorudon → Cetacea modern
- Homologi ≠ Analogi: Homologi = berasal dari leluhur bersama; Analogi = evolusi konvergen
- Evolusi konvergen (fitur analogis): sugar glider vs. tupai terbang - BUKAN bukti leluhur bersama
- Biogeografi = ilmu tentang distribusi geografis spesies
Hands-On M11 - Komputasi Evolusi Populasi
Buka penjelasan komputasional
Hardy–Weinberg sebagai Null Model:
5 kondisi HWE: populasi besar, perkawinan acak, tidak ada mutasi, tidak ada migrasi, tidak ada seleksi.
Tanpa evolusi, invariant lintas generasi. Deviasi dari HWE = bukti salah satu kondisi dilanggar = evolusi sedang terjadi.
Seleksi Deterministik - Persamaan Rekursif:
| Mode | Fitness AA / Aa / aa | Ekuilibrium | Stabil? | Interpretasi |
|---|---|---|---|---|
| Directional | 1 (fiksasi A) | Ya | Alel A selalu lebih baik | |
| Heterozygote advantage | Ya | Polimorfisme stabil | ||
| Underdominance | 0.5 | Tidak | Sistem bistable, tergantung kondisi awal |
Genetic Drift - Wright-Fisher:
Pola: → drift mendominasi; → seleksi mendominasi. Pada populasi kecil, alel menguntungkan pun bisa hilang secara kebetulan.
Heterozygote Advantage - Mengapa Mempertahankan Polimorfisme: Saat frekuensi A terlalu tinggi, frekuensi AA naik dan rata-rata fitness turun (karena ). Saat A terlalu rendah, frekuensi aa naik dan fitness juga turun. Sistem memiliki satu titik ekuilibrium stabil yang memaksimalkan .
Contoh sickle-cell: Ss (heterozigot) → resistansi malaria + tidak anemia berat. Di daerah endemik malaria, alel dipertahankan ~20% karena manfaat Ss melebihi kerugian ss.
Kode - Seleksi Deterministik & Genetic Drift:
def next_p(p, w11, w12, w22):
q = 1 - p
wbar = p**2*w11 + 2*p*q*w12 + q**2*w22
return (p**2*w11 + p*q*w12) / wbar # rekursif satu generasi
def wf_step(p, N, w11, w12, w22, rng):
p_sel = next_p(p, w11, w12, w22) # koreksi seleksi dulu
k = rng.binomial(2*N, p_sel) # sampling stokastik (2N alel)
return k / (2*N)
# R=50 ulangan, iterasi G generasi
trajs = np.empty((R, G+1))
for r in range(R):
trajs[r, 0] = p0
for t in range(G):
trajs[r, t+1] = wf_step(trajs[r, t], N, w11, w12, w22, rng)
fixation_pr = np.mean(trajs[:, -1] == 1.0) # Pr(alel A terfiksasi)
extinction_pr = np.mean(trajs[:, -1] == 0.0) # Pr(alel A punah)
Bab 20 - Filogeni dan Pohon Kehidupan
Klasifikasi
- Filogeni = sejarah evolusi suatu spesies atau kelompok
- Sistematika = mengklasifikasikan organisme DAN menentukan hubungan evolusioner
- Taksonomi = pembagian dan penamaan organisme secara teratur
- Nomenklatur binomial: diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus (abad ke-18)
- Format: Genus (huruf kapital) + epitet spesifik (huruf kecil); seluruh nama dicetak miring
- Kedua bagian bersama-sama menamai spesies (BUKAN hanya epitet spesifik saja)
Hierarki Taksonomi (PALING TIDAK inklusif → PALING inklusif)
Spesies → Genus → Famili → Ordo → Kelas → Filum → Kingdom → Domain
Mnemonik: “Saya Guru Favorit Orang Kelas Filum Kingdom Dunia”
- Contoh: Macan tutul = Panthera pardus; Famili Felidae; Ordo Carnivora; Kelas Mammalia; Filum Chordata; Kingdom Animalia; Domain Eukarya
- Takson (jamak: taksa) = unit taksonomi yang diberi nama pada tingkatan mana pun
- 3 Domain: Bacteria, Archaea, Eukarya
Pohon Filogenetik
- Pohon filogenetik = diagram percabangan yang merepresentasikan hipotesis evolusioner
- Titik percabangan = divergensi dua silsilah dari leluhur bersama
- Taksa saudara = kelompok yang berbagi leluhur bersama secara langsung
- Cabang DAPAT dirotasi tanpa mengubah hubungan yang digambarkan
- Pohon dapat digambar secara horizontal, vertikal, atau diagonal - hubungan tidak berubah
- Simpul/cabang internal tanpa label dapat merepresentasikan kelompok yang telah punah
- Hanya homologi (BUKAN analogi) yang dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan filogenetik
- Analogi = kemiripan dari evolusi konvergen → TIDAK menunjukkan leluhur bersama
Hands-On M12 - Komputasi Filogeni
Buka penjelasan komputasional
Membaca Pohon Filogenetik:
- Clade = leluhur bersama + semua keturunannya
- Sister taxa = dua kelompok yang berbagi titik percabangan langsung
- Outgroup = takson di luar ingroup; digunakan untuk menentukan akar dan mengidentifikasi kondisi ancestral vs derived
- Rotasi cabang di titik simpul tidak mengubah hubungan yang digambarkan
Karakter Ancestral vs Derived:
| Tipe | Nama Teknis | Kegunaannya |
|---|---|---|
| Shared derived | Synapomorfi | Mendefinisikan clade - informatif untuk filogeni |
| Shared ancestral | Plesiomorfi | Dimiliki semua ingroup - tidak informatif untuk memisahkan subclade |
| Karakter ambigu | Homoplasi | Muncul lebih dari sekali secara independen (evolusi konvergen) |
Jarak Hamming (dari data karakter biner):
Takson dengan jarak terkecil = kandidat sister taxa. Matriks jarak simetris.
Algoritma UPGMA:
- Gabungkan dua takson dengan jarak terkecil → cluster baru
- Hitung jarak cluster baru ke semua takson lain (rata-rata)
- Ulangi hingga satu pohon terbentuk
Keterbatasan UPGMA: mengasumsikan laju evolusi konstan (molecular clock) di semua silsilah. Jika laju berbeda, topologi bisa salah.
Mengapa Homologi > Analogi untuk Filogeni: Homologi mencerminkan pewarisan dari leluhur bersama → mengikuti sejarah evolusioner nyata. Analogi (evolusi konvergen) menghasilkan kemiripan tanpa leluhur bersama → mengelompokkan takson tidak berkerabat secara keliru. Contoh: sayap kelelawar dan serangga (analogi) vs. forelimb tetrapoda (homologi).
Outgroup wajib untuk rooting: Tanpa outgroup, kita tidak dapat membedakan kondisi ancestral dari derived → arah evolusi karakter tidak dapat ditentukan.
Kapan data morfologi masih berguna: Untuk organisme fosil yang tidak memiliki DNA yang dapat disequencing, dan sebagai verifikasi independen terhadap hasil molekuler.
Kode - Hamming Distance & UPGMA:
def hamming_from_character_table(df):
taxa = list(df.index)
dist = {a: {b: int((df.loc[a] != df.loc[b]).sum()) for b in taxa} for a in taxa}
return dist
# Takson dengan jarak terkecil = kandidat sister taxa
def pairwise_seq_distance(seqs):
taxa = list(seqs.keys())
dist = {a: {b: sum(x != y for x, y in zip(seqs[a], seqs[b])) for b in taxa} for a in taxa}
return dist
def upgma(distance_df):
# Greedy: gabungkan dua kluster titerdekat, perbarui jarak (rata-rata)
# Tinggi cabang = jarak_minimum / 2
# Output: Newick string, misal "(Lancelet:0.50,(Lamprey:0.25,Bass:0.25):0.25);"
clusters = {name: [name] for name in distance_df.index}
while len(clusters) > 1:
a, b = min(((i,j) for i in clusters for j in clusters if i<j),
key=lambda p: distance_df.loc[p[0], p[1]])
new_h = distance_df.loc[a, b] / 2
# update jarak ke kluster baru = rata-rata tertimbang
clusters[a+'+'+b] = clusters.pop(a) + clusters.pop(b)
# return Newick string
Bab 41 - Komunitas Ekologi
Interaksi Antarspesies
| Interaksi | Pengaruh | Contoh |
|---|---|---|
| Kompetisi | −/− | Dua spesies bersaing untuk makanan yang sama |
| Predasi | +/− | Singa memakan zebra |
| Herbivori | +/− | Ulat memakan daun |
| Parasitisme | +/− | Cacing pita dalam inang |
| Mutualisme | +/+ | Pohon akasia + semut |
| Komensalisme | +/0 | Kuntul sapi pada kerbau |
Kompetisi
- Prinsip eksklusi kompetitif: dua spesies yang bersaing untuk sumber daya pembatas yang sama tidak dapat hidup berdampingan secara permanen
- Contoh klasik: Paramecium aurelia menyebabkan kepunahan P. caudatum saat dibiakkan bersama
- Relung ekologi = kumpulan spesifik sumber daya biotik dan abiotik yang digunakan organisme
- Pemisahan sumber daya = diferensiasi relung yang memungkinkan hidup berdampingan
- Pergeseran karakter = perbedaan karakter lebih besar ketika spesies bersifat simpatrik (wilayah sama) daripada alopatrik (wilayah berbeda)
Pertahanan terhadap Predasi
- Pewarnaan kriptik = kamuflase (menyatu dengan latar belakang)
- Pewarnaan aposematik = warna peringatan mencolok (menandakan ketoksikan)
- Mimikri Batesian = spesies tidak berbahaya meniru penampilan spesies berbahaya
Parasitisme
- Endoparasit: hidup di dalam inang
- Ektoparasit: hidup di luar inang
Keanekaragaman Spesies & Struktur Komunitas
- Keanekaragaman spesies = kekayaan spesies + kelimpahan relatif
- Kekayaan spesies = jumlah spesies berbeda dalam komunitas
- Kelimpahan relatif = proporsi yang diwakili setiap spesies dari seluruh individu
- Indeks keanekaragaman Shannon: H = −(p_A ln p_A + p_B ln p_B + …)
- Struktur tropik: hubungan makan; rantai makanan menghubungkan dari produsen hingga karnivora puncak
- Jaring-jaring makanan = rantai makanan yang saling terhubung dengan interaksi tropik kompleks
- Spesies fondasi: pengaruh kuat pada komunitas karena ukuran besar atau kelimpahan tinggi
- Spesies kunci: pengendalian komunitas yang kuat melalui peran ekologi yang kritis (TIDAK harus berlimpah)
- Insinyur ekosistem: menyebabkan perubahan fisik pada lingkungan (mis. berang-berang membangun bendungan)
- Model bawah-atas (bottom-up): pasokan nutrien/tingkat tropik bawah membatasi kelimpahan di tingkat atas
- Model atas-bawah (top-down): predasi mengendalikan organisasi komunitas (predator membatasi herbivora yang membatasi produsen)
- Biomanipulasi = penerapan model atas-bawah untuk meningkatkan kualitas air danau yang tercemar
Gangguan & Suksesi
- Gangguan = peristiwa yang mengubah komunitas dengan menyingkirkan organisme atau mengubah ketersediaan sumber daya
- Hipotesis gangguan menengah: gangguan sedang mendorong keanekaragaman spesies yang terbesar
- Gangguan tinggi → menyingkirkan spesies tumbuh lambat; Gangguan rendah → dominan kompetitif menyingkirkan yang lain
- Suksesi ekologi = perubahan bertahap komposisi komunitas setelah gangguan besar
- Suksesi primer: dimulai di daerah yang hampir tidak bernyawa (pulau vulkanik, mundurnya gletser)
- Suksesi sekunder: dimulai di mana gangguan menyingkirkan sebagian besar tetapi TIDAK semua organisme (mis. setelah kebakaran)
- Aktivitas manusia = gangguan terkuat pada ekosistem; umumnya mengurangi keanekaragaman spesies
Hands-On M13 - Komputasi Ekologi Komunitas
Buka penjelasan komputasional
Model Lotka-Volterra dengan Daya Dukung (K):
Ekuilibrium stabil: , .
Perbedaan dengan LV klasik (tanpa K): LV klasik menghasilkan osilasi netral (amplitudo bergantung kondisi awal). LV + K: osilasi meredam dan konvergen ke ekuilibrium (lebih realistis). Predator selalu memuncak dengan time lag setelah prey - karena butuh waktu untuk merespons kelimpahan mangsa via reproduksi.
Indeks Diversitas Shannon:
Richness tinggi tidak otomatis berarti H’ tinggi - komunitas dengan satu spesies dominan memiliki J rendah meski richness besar. Komunitas lebih rentan jika J rendah (tergantung pada satu spesies dominan).
Struktur Food Web - Connectance:
Keystone species ≠ dominant species: Keystone species memiliki pengaruh yang tidak proporsional terhadap strukturnya (out-degree tinggi atau peran ekologi kritis), tetapi biomasa/kelimpahannya bisa rendah. Hilang 1 keystone species → trophic cascade ke seluruh jaring makanan.
Island Biogeography (Species-Area Curve):
Nilai tipikal: 0.20–0.35. Fragmentasi habitat memotong konektivitas dan meningkatkan edge effect sehingga penurunan nyata bisa jauh melebihi prediksi teoritis.
Hipotesis Gangguan Menengah (IDH):
- Gangguan sangat rendah → exclusion kompetitif → hanya spesies terkuat bertahan → H’ rendah
- Gangguan sangat tinggi → hanya spesies toleran gangguan bertahan → H’ rendah
- Gangguan sedang → mencegah monopoli, membuka ceruk → H’ maksimal
Suksesi Ekologi & Shannon: H’ cenderung naik selama suksesi awal (pioneer membuka ceruk bagi spesies baru). Pada suksesi akhir, spesies klimaks kompetitif bisa mendominasi dan menekan H’.
Kode - Lotka-Volterra, Shannon, Food Web:
def lotka_volterra(state, t, r, K, alpha, beta, gamma):
x, y = state # x=prey, y=predator
dxdt = r*x*(1 - x/K) - alpha*x*y
dydt = beta*x*y - gamma*y
return [dxdt, dydt]
# Ekuilibrium: x*=γ/β, y*=r(1−x*/K)/α
# sol = odeint(lotka_volterra, [200, 20], t, args=(0.4, 1000, 0.04, 0.005, 0.3))
def shannon_diversity(counts):
p = np.array(counts, dtype=float); p = p[p > 0] / p.sum()
return -np.sum(p * np.log(p))
def species_evenness(H, S):
return H / np.log(S) if S > 1 else 0.0 # J ∈ [0,1]
# Food web - connectance
G = nx.DiGraph(); G.add_edges_from(food_web_edges)
C = G.number_of_edges() / G.number_of_nodes()**2 # C = E/N²
# Species-Area Curve (log-log regresi)
slope, intercept, r2, p = linregress(np.log10(A), np.log10(S))
# log(S) = intercept + slope × log(A); slope = z (tipikal 0.20–0.35)
Bab 42 - Ekosistem dan Energi
Dasar-dasar Ekosistem
- Ekosistem = semua organisme dalam suatu komunitas + faktor abiotik yang berinteraksi dengannya
- Dua sifat emergent utama: aliran energi + daur kimia
- Energi MENGALIR melalui ekosistem (tidak didaur ulang); bahan kimia BERDAUR dalam ekosistem
- Hukum termodinamika ke-1: energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan - hanya dipindahkan/ditransformasi
- Hukum termodinamika ke-2: setiap pertukaran energi meningkatkan entropi; sebagian energi selalu hilang sebagai panas
- Hukum kekekalan massa: materi tidak dapat diciptakan/dimusnahkan; unsur kimia DAPAT didaur ulang
Produksi Primer
- ~1% cahaya tampak yang mengenai organisme fotosintetik diubah menjadi energi kimia
- PPK / GPP (Gross Primary Production = Produksi Primer Kasar) = total produksi primer
- PPB / NPP (Net Primary Production = Produksi Primer Bersih) = PPK − respirasi autotrof = biomasa baru yang ditambahkan
- PEB / NEP (Net Ecosystem Production = Produksi Ekosistem Bersih) = laju akumulasi biomasa total
- PEB > 0 → rosot karbon (memperoleh lebih banyak karbon daripada yang dilepaskan)
- PEB < 0 → sumber karbon (melepaskan lebih banyak karbon daripada yang diperoleh)
- Perubahan iklim dapat menyebabkan ekosistem beralih dari rosot karbon menjadi sumber karbon
Tingkatan Tropik & Transfer Energi
| Tingkatan | Jenis | Contoh |
|---|---|---|
| Produsen primer | Autotrof (membuat makanan sendiri) | Tumbuhan, fitoplankton |
| Konsumen primer | Herbivora | Zooplankton, serangga |
| Konsumen sekunder | Karnivora | Ikan kecil, tikus |
| Konsumen tersier | Karnivora | Elang, ikan besar |
| Detritivora / Pengurai | Memakan detritus | Prokariota, jamur |
- Efisiensi tropik ≈ 10% produksi dipindahkan dari satu tingkat tropik ke tingkat berikutnya
- Contoh piramida: 1.000.000 J sinar matahari → 10.000 J produsen → 1.000 J konsumen primer → 100 J sekunder → 10 J tersier
- Produksi sekunder = energi kimia dalam makanan yang diubah menjadi biomasa baru
- Efisiensi produksi = produksi sekunder bersih / asimilasi produksi primer × 100%
- Asimilasi = total energi yang dikonsumsi dan digunakan untuk pertumbuhan, reproduksi, DAN respirasi
Nutrien Pembatas
- Nutrien pembatas = unsur yang, jika ditambahkan, meningkatkan produksi
- Laut: nitrogen (N) dan fosfor (P) paling sering membatasi produksi; besi (Fe) juga membatasi di beberapa wilayah (mis. Laut Sargasso - penambahan N + P + Fe meningkatkan produksi 12×)
- Daratan: nitrogen membatasi pertumbuhan tanaman paling besar secara global; fosfor juga dapat membatasi (terutama tanah tua)
- Penambahan nutrien pembatas hanya meningkatkan produksi sampai nutrien lain menjadi pembatas
- Penetrasi cahaya di akuatik: setengah radiasi matahari diserap dalam 15 m pertama; hanya 5–10% yang mencapai 75 m
- Eutrofikasi = peningkatan dramatis produksi primer akibat kelebihan nutrien dalam ekosistem akuatik
Daur Nutrien & Dekomposisi
- Daur nutrien = siklus biogeokimia (melibatkan komponen biotik dan abiotik)
- Siklus biogeokimia dapat bersifat global atau lokal
- Pertumbuhan pengurai dikendalikan oleh suhu, kelembapan, dan ketersediaan nutrien
- Laju dekomposisi lebih cepat di ekosistem yang lebih hangat
- Hutan Eksperimental Hubbard Brook: kehilangan nutrien jauh lebih besar di lahan yang ditebang dibanding hutan utuh
- Tumbuhan mengendalikan jumlah nutrien yang meninggalkan ekosistem hutan utuh
- Bioremediasi = penggunaan organisme (prokariota, jamur, tumbuhan) untuk mendetoksifikasi ekosistem tercemar
- Augmentasi biologis = penggunaan organisme untuk menambahkan bahan esensial ke ekosistem yang terdegradasi (mis. lupin pengikat nitrogen untuk menambah N; simbiont mikoriza untuk meningkatkan akses nutrien)
Hands-On M14 - Komputasi Ekosistem
Buka penjelasan komputasional
Menghitung Piramida Energi:
- Konversi NPP: (1 g dry mass biomassa ≈ 20 kJ)
- Setiap level berikutnya: (efisiensi trofik, biasanya 10%, bisa bervariasi 5–20%)
- Proporsi yang sampai ke konsumen terakhir = (sangat kecil untuk rantai panjang)
NPP Berbagai Ekosistem (Campbell Bab 55, Fig 55.6):
| Ekosistem | NPP (g/m²/yr) |
|---|---|
| Tropical rain forest | ~2 200 |
| Temperate rain forest | ~1 300 |
| Tropical dry forest | ~1 000 |
| Savanna | ~900 |
| Boreal forest | ~800 |
| Temperate grassland | ~600 |
| Desert | ~90 |
Faktor pembatas NPP: cahaya, air, suhu, nutrien. Di darat: nitrogen paling sering membatasi. Di laut: N, P, dan Fe.
Salt Marsh Teal (1962) - Analisis Energi:
- GPP rumput / energi matahari = 34 580 / 600 000 = 5.76% (efisiensi fotosintesis)
- NPP / energi matahari = 6 585 / 600 000 = 1.10%
- Respirasi rumput = GPP − NPP = 27 995 kcal/m²/yr (energi yang dipakai produsen sendiri)
- NPP yang keluar sebagai detritus = 3 671/6 585 = 55.7% (sebagian besar NPP masuk jalur detritivor, bukan herbivori)
Energi Mengalir, Nutrien Bersiklus - Mengapa?
- Energi: setiap transfer kehilangan sebagian besar (~90%) sebagai panas (hukum termodinamika II) → tidak dapat digunakan ulang → harus selalu ada input baru dari matahari
- Nutrien (N, C, P): atom tidak rusak saat digunakan, dilepas kembali saat dekomposisi → dapat digunakan ulang oleh organisme baru → bersiklus
Bioremediation vs Augmentasi Biologis:
| Strategi | Cara Kerja | Contoh |
|---|---|---|
| Bioremediation | Organisme mengurai/menetralkan polutan | Shewanella mereduksi uranium terlarut |
| Augmentasi biologis | Organisme memulihkan fungsi ekosistem yang hilang | Legum pengikat N₂, mikoriza untuk akses nutrien |
Kode - Piramida Energi & Analisis Salt Marsh:
# Piramida energi: transfer antar level trofik
npp_kJ = npp_g * 20 # 1 g dry mass ≈ 20 kJ
eff = eff_pct / 100 # misal 0.10 (10%)
energies = [npp_kJ * eff**i for i in range(n_levels)]
# Contoh Temperate Grassland (NPP=600 g): 12000 → 1200 → 120 kJ
# Perbandingan NPP (data Campbell Bab 55)
df_npp = pd.DataFrame(EKOSISTEM_LIST, columns=["Ekosistem", "NPP (g/m²/yr)"])
df_npp = df_npp.sort_values("NPP (g/m²/yr)", ascending=True)
# Analisis Salt Marsh Teal (1962)
solar, GPP_grass, NPP_grass = 600000, 34580, 6585
GPP_ins, detritus = 305, 3671
pct_GPP = GPP_grass / solar * 100 # 5.76% - efisiensi fotosintesis
pct_NPP = NPP_grass / solar * 100 # 1.10%
resp_grass = GPP_grass - NPP_grass # 27995 kcal - respirasi produsen
pct_detritus = detritus / NPP_grass * 100 # 55.7% NPP masuk jalur detritivor
eff_trophic = GPP_ins / GPP_grass * 100 # 0.88% transfer rumput → serangga

Jebakan Benar/Salah Berisiko Tinggi
| Jebakan Umum | Fakta yang Benar |
|---|---|
| ”Individu berevolusi” | Yang berevolusi adalah POPULASI, bukan individu |
| ”Seleksi alam menciptakan sifat baru” | Seleksi alam MEMILIH dari variasi herediter yang sudah ada |
| ”Fermentasi menggunakan RTE” | Hanya respirasi ANAEROB yang menggunakan RTE; fermentasi TIDAK |
| ”Fermentasi asam laktat melepas CO₂” | Fermentasi ALKOHOL yang melepas CO₂; asam laktat TIDAK |
| ”Hasil ATP dari respirasi tepat 32” | Hasilnya KIRA-KIRA 30 atau 32 (tidak pasti) |
| “Kromosom diduplikasi di G₁” | Kromosom diduplikasi HANYA pada fase S |
| ”Lekukan pembelahan terbentuk di sel tumbuhan” | Lekukan pembelahan = sel HEWAN; lempeng sel = sel TUMBUHAN |
| ”Fitur analogis menunjukkan leluhur bersama” | Hanya fitur HOMOLOGIS yang menunjukkan leluhur bersama |
| ”Epitet spesifik saja sudah menamai spesies” | KEDUA bagian (genus + epitet spesifik) bersama-sama menamai spesies |
| ”Energi berdaur dalam ekosistem” | Energi MENGALIR; bahan kimia yang BERDAUR |
| ”Efisiensi 10% berarti 90% terbuang” | BENAR - hanya ~10% yang dipindahkan ke tingkat tropik berikutnya |
| ”Spesies kunci sangat berlimpah” | Spesies kunci mengendalikan melalui PERAN, bukan kelimpahan |
| ”Suksesi primer terjadi setelah kebakaran” | Kebakaran = suksesi sekunder; primer = daerah tidak bernyawa |
| ”Pos G₂ paling penting” | Pos G₁ yang paling penting (titik restriksi) |
| “Tumor jinak mengalami metastasis” | Hanya tumor GANAS yang bermetastasis |
| ”Teori Lamarck diterima” | Pewarisan sifat yang diperoleh menurut Lamarck TIDAK didukung |
| ”Domain KURANG inklusif daripada Kingdom” | Domain LEBIH inklusif daripada Kingdom |
Glosarium
| Istilah Indonesia | Istilah Inggris | Definisi Singkat |
|---|---|---|
| Analogi | Analogy | Kemiripan akibat evolusi konvergen, BUKAN leluhur bersama |
| Augmentasi Biologis | Biological Augmentation | Penggunaan organisme untuk menambahkan bahan esensial ke ekosistem yang terdegradasi |
| Biogeografi | Biogeography | Ilmu tentang distribusi geografis spesies |
| Bioremediasi | Bioremediation | Penggunaan organisme untuk mendetoksifikasi ekosistem tercemar |
| Daur Biogeokimia | Biogeochemical Cycle | Daur unsur kimia antara komponen biotik dan abiotik ekosistem |
| Detritivora | Detritivore | Organisme yang memakan detritus (bahan organik mati); termasuk prokariota dan jamur |
| Domain | Domain | Tingkatan taksonomi tertinggi: Bacteria, Archaea, Eukarya |
| Efisiensi Tropik | Trophic Efficiency | Persentase produksi yang dipindahkan dari satu tingkat tropik ke tingkat berikutnya (~10%) |
| Ekosistem | Ecosystem | Semua organisme dalam suatu komunitas beserta faktor abiotik yang berinteraksi dengannya |
| Ektoparasit | Ectoparasite | Parasit yang hidup di luar tubuh inang |
| Endoparasit | Endoparasite | Parasit yang hidup di dalam tubuh inang |
| Epitet Spesifik | Specific Epithet | Bagian kedua dari nama binomial; harus dikombinasikan dengan nama genus untuk menamai spesies |
| Eutrofikasi | Eutrophication | Peningkatan dramatis produksi primer akibat kelebihan nutrien dalam ekosistem akuatik |
| Evolusi Konvergen | Convergent Evolution | Kemunculan ciri serupa secara independen pada silsilah yang tidak berkerabat dekat |
| Fermentasi | Fermentation | Glikolisis + reaksi yang meregenerasi NAD⁺; TIDAK menggunakan RTE |
| Fermentasi Alkohol | Alcoholic Fermentation | Piruvat → asetaldehid (CO₂ dilepas) → etanol; meregenerasi NAD⁺ |
| Fermentasi Asam Laktat | Lactic Acid Fermentation | Piruvat → laktat; TIDAK melepas CO₂; terjadi pada otot dan beberapa bakteri |
| Filogeni | Phylogeny | Sejarah evolusi suatu spesies atau kelompok organisme |
| Fosforilasi Oksidatif | Oxidative Phosphorylation | Sintesis ATP menggunakan energi dari transfer elektron melalui RTE; mencakup kemiosmosis |
| Gelendong Mitotik | Mitotic Spindle | Susunan mikrotubulus yang mengendalikan pemisahan kromosom selama mitosis |
| Glikolisis | Glycolysis | Pemecahan glukosa menjadi 2 piruvat di sitosol; menghasilkan 2 ATP neto + 2 NADH |
| Hipotesis Gangguan Menengah | Intermediate Disturbance Hypothesis | Gangguan dengan intensitas sedang mendorong keanekaragaman spesies terbesar |
| Homologi | Homology | Kemiripan yang diwariskan dari leluhur bersama; dasar inferensi filogenetik |
| Insinyur Ekosistem | Ecosystem Engineer | Organisme yang menyebabkan perubahan fisik pada lingkungan (mis. berang-berang membangun bendungan) |
| Interfase | Interphase | Fase siklus sel di luar fase mitotik; terdiri dari G₁, S, dan G₂ (~90% durasi siklus) |
| Jaring-jaring Makanan | Food Web | Kumpulan rantai makanan yang saling terhubung dalam suatu komunitas |
| Keanekaragaman Spesies | Species Diversity | Gabungan kekayaan spesies dan kelimpahan relatif dalam suatu komunitas |
| Kemiosmosis | Chemiosmosis | Sintesis ATP menggunakan energi dari aliran H⁺ melalui ATP sintase melewati membran |
| Kinetokor | Kinetochore | Kompleks protein di sentromer yang melekat pada mikrotubulus gelendong |
| Komensalisme | Commensalism | Interaksi di mana satu spesies diuntungkan (+) dan spesies lain tidak terpengaruh (0) |
| Kompetisi | Competition | Interaksi antarspesies yang merugikan kedua pihak (−/−) dalam memperebutkan sumber daya |
| Kromatin | Chromatin | Material penyusun kromosom eukariotik: DNA + protein |
| Lempeng Metafase | Metaphase Plate | Bidang imajiner di tengah sel tempat sentromer kromosom berbaris saat metafase |
| Lempeng Sel | Cell Plate | Struktur yang terbentuk selama sitokinesis sel tumbuhan (menggantikan lekukan pembelahan) |
| Metastasis | Metastasis | Penyebaran sel kanker dari tumor ganas ke bagian tubuh lain |
| Mimikri Batesian | Batesian Mimicry | Spesies tidak berbahaya meniru penampilan spesies berbahaya untuk menghindari predasi |
| Mitosis | Mitosis | Pembelahan inti sel eukariotik menjadi dua inti anakan identik; fase: Profase → Prometafase → Metafase → Anafase → Telofase |
| Mutualisme | Mutualism | Interaksi yang menguntungkan kedua spesies (+/+) |
| Nomenklatur Binomial | Binomial Nomenclature | Sistem penamaan dua kata (Genus + epitet spesifik) yang dikembangkan Linnaeus; nama dicetak miring |
| Nutrien Pembatas | Limiting Nutrient | Unsur yang, jika ditambahkan, paling meningkatkan produksi primer |
| Parasitisme | Parasitism | Interaksi yang menguntungkan parasit (+) dan merugikan inang (−) |
| PEB / NEP | Net Ecosystem Production | Laju akumulasi biomasa total ekosistem; positif = rosot karbon |
| Pembelahan Biner | Binary Fission | Reproduksi prokariota dengan duplikasi kromosom dan pembelahan sel menjadi dua |
| Pergeseran Karakter | Character Displacement | Perbedaan karakter yang lebih besar pada spesies simpatrik dibanding alopatrik |
| Pewarnaan Aposematik | Aposematic Coloration | Warna peringatan mencolok yang menandakan sifat beracun atau berbahaya |
| Pewarnaan Kriptik | Cryptic Coloration | Kamuflase yang membantu organisme menyatu dengan latar belakangnya |
| Pos Pemeriksaan | Checkpoint | Titik kontrol dalam siklus sel; pos G₁, G₂, dan M |
| PPB / NPP | Net Primary Production | Produksi primer kasar dikurangi respirasi autotrof; = biomasa baru yang tersedia bagi konsumen |
| PPK / GPP | Gross Primary Production | Total energi kimia yang dihasilkan oleh produsen melalui fotosintesis |
| Predasi | Predation | Interaksi di mana predator (+) membunuh dan memakan mangsanya (−) |
| Produksi Sekunder | Secondary Production | Energi kimia dalam makanan yang diubah oleh konsumen menjadi biomasa baru |
| Relung Ekologi | Ecological Niche | Kumpulan spesifik sumber daya biotik dan abiotik yang digunakan oleh suatu organisme |
| Respirasi Anaerob | Anaerobic Respiration | Respirasi yang menggunakan akseptor elektron akhir selain O₂ (mis. SO₄²⁻); TETAP menggunakan RTE |
| Respirasi Seluler | Cellular Respiration | Proses oksidasi glukosa menjadi CO₂ dan H₂O untuk menghasilkan ATP; terdiri dari glikolisis, siklus krebs, dan fosforilasi oksidatif |
| Rosot Karbon | Carbon Sink | Ekosistem dengan PEB > 0 yang memperoleh lebih banyak karbon dari atmosfer daripada yang dilepaskan |
| RTE | ETC (Electron Transport Chain) | Rantai Transpor Elektron - rangkaian protein di membran dalam mitokondria yang memindahkan elektron dan memompa H⁺ |
| Seleksi Alam | Natural Selection | Mekanisme evolusi di mana individu dengan sifat herediter menguntungkan bereproduksi lebih banyak |
| Sentromer | Centromere | Daerah penyempitan kromosom tempat dua kromatid saudara menyatu dan kinetokor melekat |
| Sentrosom | Centrosome | Pusat pengorganisasian mikrotubulus pada sel hewan; menduplikasi diri saat interfase |
| Siklus Asam Sitrat | Citric Acid Cycle (Krebs Cycle) | Serangkaian reaksi di matriks mitokondria yang mengoksidasi asetil-CoA; juga disebut Siklus Krebs |
| Siklus Sel | Cell Cycle | Urutan pertumbuhan dan pembelahan sel dari saat sel terbentuk hingga membelah sendiri |
| Sistematika | Systematics | Ilmu yang mengklasifikasikan organisme dan menentukan hubungan evolusioner |
| Sitokinesis | Cytokinesis | Pembelahan sitoplasma setelah mitosis; pada sel hewan via lekukan pembelahan, pada sel tumbuhan via lempeng sel |
| Spesies Fondasi | Foundation Species | Spesies yang berpengaruh kuat pada komunitas karena ukuran atau kelimpahan tinggi |
| Spesies Kunci | Keystone Species | Spesies yang mengendalikan komunitas melalui peran ekologi kritis, TIDAK harus berlimpah |
| Suksesi Ekologi | Ecological Succession | Perubahan bertahap komposisi komunitas setelah gangguan besar |
| Suksesi Primer | Primary Succession | Suksesi yang dimulai di daerah yang hampir tidak bernyawa (mis. setelah letusan gunung berapi) |
| Suksesi Sekunder | Secondary Succession | Suksesi setelah gangguan yang menyingkirkan sebagian organisme (mis. setelah kebakaran hutan) |
| Taksa Saudara | Sister Taxa | Kelompok yang paling dekat hubungannya karena berbagi leluhur bersama secara langsung |
| Taksonomi | Taxonomy | Ilmu pemberian nama dan pengelompokan organisme secara teratur |
| Transformasi (kanker) | Transformation (cancer) | Perubahan sel sehingga membelah tanpa batas dalam kultur |
| Tumor Ganas | Malignant Tumor | Tumor yang menyerang jaringan sekitar dan dapat bermetastasis |
| Tumor Jinak | Benign Tumor | Tumor yang tetap di tempat asal dan tidak menyerang jaringan lain |